Sepertiga Malam

Hai,
Dini hari begini sepi dan larut sunyi
Meninggalkan episode pada detak detik
Terkesiap menahan napas lelah
Embusannya merabai gulir waktu yang masih saja berkelambu

Sepertiga malam itu, mata memerah selepas terjaga dari lelap yang hinggap
Penat seharian belum juga bebas dari badan dan persendian
Ia menggumpal bahkan berumah di dalamnya

Bergurau dengan plasma darah
serta bergelut dengan daging yang masih merekat erat pada tulang
Di luar masih remang tanpa siapa
Tiada rona cahaya rembulan
Pun tiada petugas ronda yang berkeliling membelah jalanan desa
Hanya berisik lengking jangkrik bersahutan
Diiring dengkuran penduduk katak di balik semak
Dimandikan warna semburat lampu teras rumah seadanya

Tubuh yang sedari tadi berdiam kaku di atas kasur yang terhampar
Lamat-lamat bergerak, melangkah lamban
Bersiap mengaliri air pada muka, pada tangan, pada seluruh bagian tubuh yang disuruh
Hingga mulai merapal ayat demi ayat,
Bergerak sesuai syariat
Tengadahlah tangan, pun air mata senantiasa menggenang
Pada sepertiga malam, rupa teduh tenang mendamaikan

Buat yang ingin download puisi ini silahkan klik link dibawah, semoga bermanfaat.

Berikut adalah link ke file:

https://1drv.ms/w/s!AiBqgEN5MCnciQOhllbcRbnwIdk2

Dibagikan dari Word untuk Android
https://office.com/getword

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s